Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Bayi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2009

Mengatasi iritasi akibat pemakaian popok sekali pakai pada bayi

Orang tua jaman sekarang sudah amat dimudahkan dengan teknologi. Pas anaknya butuh minum, sudah ada susu formula dengan kandungan vitamin dan gizi yang bisa diatur sesuai kebutuhan. Ketika sudah waktunya makan makanan padat, ada bubur instan yang siap dimakan hanya dengan menambahkan air panas. Nah, giliran mo pergi jalan-jalan, ada popok sekali pakai atau pampers yang siap menampung air kencing anak-anak sebanyak apapun.

Persoalannya, tidak semua anak atau bayi yang cocok atau bisa memakai popok sekali pakai ini. Keluhan yang sering muncul adalah timbulnya iritasi atau ruam di sekitar selangkangan dan pantat bayi atau balita. Bercak merah-merah ini sangat mengganggu bagi bayi atau balita. Akibatnya, bayi atau balita akan rewel, menangis dan merasa tidak nyaman. Lebih jauh lagi, perjalanan keluarga akan terganggu bahkan bisa-bisa malah jadi batal.

Untuk mengatasi iritasi itu, beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

1. Cuci alat kelamin bayi/balita dan sekitarnya dengan air bersih setiap selesai kencing atau BAB.

2. Ganti pampers yang telah dipakai dengan yang baru setelah pemakaian 3-4 jam, meskipun pampers belum terlalu penuh.

3. Jika bayi sudah telanjur mengalami iritasi cara tradisional beikut mungkin manjur. Caranya: bersihkan alat kelamin dengan air bersih, lap sampai kering. Lalu oleskan campuran kunir/kunyit parut dengan minyak kelapa yang telah dipanaskan sebelumnya. Tapi ingat, tunggu sampe minyak tersebut dingin/hangat dulu ya? kalo terlalu panas, bisa-bisa kulit anak anda malah melepuh.

Lakukan hal ini setiapkali kita mengganti popok/pampers anak kita. Sebisa mungkin hindarkan pemakaian pampers untuk sementara waktu. Setidaknya, sampai iritasi/merah-merah di sekitar alat kelamin anak kita hilang.

4. Yang terpenting, latih anak-anak kita untuk belajar menggunakan toilet (toilet training) ketika hendak buang air kecil atau buang air besar. Khususnya bagi anak usia diatas 1 tahun.

semoga bermanfaat.


Baca Selengkapnya......

Sabtu, 06 Juni 2009

Jika Anak Atau Bayi Batuk

bayi-geringSeringkah bayi Anda batuk? Jika iya, maka sangatlah bijaksana jika Anda mengetahui terlebih dahulu berbagai jenis batuk pada bayi, apa yang menyebabkannya, serta bagaimana cara mengatasinya.

Bayi

Salah-salah, bisa jadi batuk bayi yang Anda anggap remeh, ternyata berbahaya – atau sebaliknya, batuk yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya membuat Anda terlalu cemas berlebihan…

Asma

Gejala Batuk yang Disebabkan Asma

Batuk biasanya dibarengi dengan suara seperti siulan atau bersuit, biasanya berlangsung sampai lebih dari 10 hari. Batuk jenis ini juga seringkali terjadi di malam hari, atau ketika anak atau bayi Anda lelah bermain, atau ketika si kecil terekspos pada suhu udara yang dingin, debu dan asap.

Penyakit asma adalah penyakit yang mempunyai banyak faktor penyebab, dimana yang paling sering karena faktor alergi. Faktor-faktor penyebab dan pemicu penyakit asma antara lain debu rumah dengan tungaunya, bulu binatang, asap rokok, asap obat nyamuk, dan lain-lain.

Asma juga merupakan penyakit keturunan. Bila salah satu atau kedua orang tua, kakek atau nenek anak menderita penyakit asma maka bisa diturunkan ke anak.

Cara Mengatasi Batuk Bayi yang Disebabkan Asma

Asma tidak dapat disembuhkan dan obat-obatan yang ada saat ini sebenarnya hanya berfungsi menghilangkan gejala. Namun, dengan mengontrol penyakit asma pada bayi dan anak Anda melalui konsultasi medis -jika asmanya masih taraf ringan- anak Anda dapat bebas dari gejala penyakit asma yang mengganggu sehingga dapat menjalani aktivitas hidup sehari-hari dengan baik.

Bronchiolitis

Gejala Batuk yang Disebabkan Bronchiolitis

Gejala pertama Bronchiolitis biasanya mirip dengan flu biasa:

1. pilek
2. batuk ringan
3. bersin-bersin
4. demam ringan

Dalam 7 hari bisa diikuti dengan batuk yang semakin parah yang disertai dahak serta suara nyaring seperti bersiul.

Penyebab Bronchiolitis

Bronchiolitis adalah penyakit umum yang banyak diidap oleh bayi dan anak kecil.

Berbeda dengan Bronchitis, Bronchiolitis merupakan infeksi virus yang terjadi pada saluran udara kecil pada paru-paru yang disebut bronchioles. Ketika radang, mereka akan menyembul dan terisi dengan lendir, sehingga bayi atau anak sulit bernafas.

Penyakit ini memang paling sering menyerang bayi dan anak-anak kecil dan biasanya terjadi selama 2-3 tahun pertama kehidupan mereka, dengan puncak gejala sekitar umur 3-6 bulan. Bronchiolitis juga lebih sering diderita oleh laki-laki, anak-anak yang tidak minum ASI, dan orang-orang yang tinggal di lingkungan padat penduduk.

Walaupun seringkali dianggap ringan, tapi beberapa bayi beresiko untuk terjangkit lebih parah, bahkan hingga memerlukan rawat inap. Kondisi yang menyebabkan resiko Bronchiolitis bertambah parah yaitu bila si bayi atau anak mempunyai latar belakang penyakit jantung, penyakit paru-paru, serta memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit lain atau obat-obatan.

Cara Mengatasi Batuk Bayi yang Disebabkan Bronchiolitis

Pastikan bayi atau anak Anda banyak minum. Langkah yang bijaksana adalah memeriksakan kondisinya kepada dokter anak, karena bisa jadi bayi Anda memerlukan perawatan khusus.

Influenza/ Pilek

Gejala Batuk yang Disebabkan Influenza

Batuknya biasanya bersifat basah, tanpa ada suara siulan ataupun ritme nafas bayi yang menjadi cepat. Biasanya batuk jenis ini terlihat pada bayi sepanjang hari,baik siang maupun malam. Gejala lain yang sering ditemui adalah hidung dan mata yang berair, bersin-bersin, serta demam ringan.

Penyebab Influenza

Penyebab flu adalah infeksi viral pada bagian hidung, tenggorokan dan saluran pernafasan utama. Batuk yang disebabkan oleh influenza biasanya akan berakhir seiring dengan hilangnya flu, yaitu sekitar 7-10 hari. Tapi pada sebagian kasus, ada juga yang batuknya terus berlanjut hingga 2 minggu.

Cara Mengatasi Batuk Bayi yang Disebabkan Influenza

Pertama-tama, usahakan agar saluran pernafasan bayi Anda bersih. Soalnya, saluran pernafasan yang kotor dapat membuat batuknya tambah parah.

Untuk itu, Anda bisa menggunakan obat tetes hidung atau alat penyedot khusus, karena bayi atau anak Anda tidak bisa mengeluarkan cairan yang menyumbat hidungnya.

Jika anak Anda sudah berusia lebih dari 2 tahun, maka obat dekongestan bisa saja Anda gunakan. Jika batuknya belum hilang juga setelah 10 hari dan hidungnya masih tersumbat, sebaiknya Anda periksakan lagi ke dokter anak Anda. Bukan apa-apa, takutnya anak Anda menderita penyakit lain seperti asma, sinusitis, atau alergi.

Batuk Sesak (Croup)

Gejala Batuk Yang Disebabkan Batuk Sesak

Batuknya melengking, kering, biasanya sering mulai pada pertengahan malam, suara batuknya tidak seperti batuk biasanya, melainkan lebih seperti gonggongan anjing laut. Suara yang timbul adalah akibat dari pembengkakan di sekitar pita suara (pangkal tenggorokan) dan batang tenggorokan.

Gejala lain… pada awalnya anak Anda mungkin demam ringan, gejala seperti sesak atau
pilek selama beberapa hari, suara menjadi serak dan berat yang terjadi sepanjang hari dan akan lebih buruk pada malam hari ketika anak atau bayi Anda menangis.

Penyebab Batuk Sesak

Penyakit ini sering disebabkan oleh virus parainfluenza. Kadang-kadang oleh virus respiratory syncytial atau berbagai virus pernafasan lainnya.

Biasanya penyakit ini tidak memperlihatkan gejala demam. Kerongkongan dan tenggorokan akan membengkak sehingga salurannya menyempit. Banykan ditemui pada anak-anak usia 6 bulan sampai 3 tahun.

Cara Mengatasi Batuk Sesak

Dalam kebanyakan kasus, langkah-langkah perawatan sendiri di rumah dapat mempercepat pemulihan anak Anda,sehingga perawatan lebih intensif jarang diperlukan. Sementara itu, anak Anda akan tetap nyaman dengan beberapa langkah sederhana:

1. Hadapi dengan tenang dan buat anak Anda tenang. Ajak ia duduk, membaca buku atau bermain dengan permainan yang tidak melelahkan. Menangis hanya membuatnya lebih sulit bernafas.
2. Melembabkan udara. Gunakan humidifier di kamar tidur anak Anda atau bawa anak Anda untuk bernafas dalam udara lembab di kamar mandi yang beruap hangat selama 10 menit.
3. Buatlah suasana segar dan sejuk. Terkadang bernafas dengan udara segar dan sejuk bisa membantu mengatasi sesak. Bukalah jendela atau hidupkan alat pelembab ruangan. Jika udara di luar rumah lebih dingin, bungkuslah anak Anda dalam selimut dan berjalanlah di luar selama beberapa menit.
4. Pertahankan anak Anda dalam posisi tegak lurus. Duduk tegak dapat membuatnya bernafas lebih mudah.
5. Tawarkan minuman. Untuk bayi, Anda bisa memberikan ASI atau formula yang biasa diminumnya. Untuk anak-anak, sup atau buah dingin segar dapat membantu.
6. Usahakan anak Anda untuk beristirahat. Tidur dapat membantu anak Anda melawan infeksi.
7. Tidurlah di dekat anak Anda atau bahkan di kamar yang sama, sehingga Anda dapat mengambil tindakan cepat jika gejala anak Anda menjadi parah.

Anda harus segera mencari bantuan medis jika anak Anda:

1. Bernafas sangat cepat dengan perut yang kembang kempis dan tampak berjuang untuk mendapatkan udara ke paru-parunya.
2. Tampak pucat atau kebiru-biruan pada daerah sekitar mulut, hidung dan kuku. Ini pertanda ia tidak mendapatkan cukup oksigen.
3. Tampaknya sangat gelisah.
4. Demam dengan suhu badan 39,7 derajat C atau lebih tinggi

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Gejala Batuk Akibat GERD

Batuknya berbunyi seperti decitan dan bersifat garing. Biasanya terjadi setelah si kecil makan dan sekali batuk, bayi atau anak Anda akan sulit berhenti. Batuk inipun akan bertambah parah jika si kecil berbaring.

Jika bayi Anda menderita GERD, maka dia akan rewel dan bisa sesekali muntah.

Penyebab Batuk Akibat GERD

GERD (gastroesophageal reflux disease) sebenarnya disebabkan oleh lemahnya pita otot yang berada di antara esophagus dan perut. Ini selanjutnya akan membuat cairan yang seharusnya masuk ke dalam perut, malah mengalir kembali ke atas. Bahkan terkadang cairan ini bisa masuk ke paru-paru anak Anda dan menimbulkan batuk kronis.

Cara Mengatasi Batuk Akibat GERD

1. Dudukkan bayi atau anak Anda selama sekitar 30 menit setiap kali sesudah makan.
2. Tinggikan bantalnya ketika ia tidur.
3. Untuk anak-anak, sebaiknya mereka berhenti dulu mengkonsumsi makanan seperti soda, coklat, permen, jeruk dan tomat.
4. Jika penyakitnya berlanjut hingga lebih dari 2 minggu, segera bawa ke dokter.

Batuk Kering (Pertussis)

Gejala Batuk Yang Disebabkan Batuk Kering

Batuknya kering dan sangat panjang. Ketika si kecil batuk, dalam sekali nafas ia bisa batuk lebih dari 20 kali. Dan ketika ia menarik nafas, biasanya Anda bisa mendengar suara melengking tinggi.

Sebelum batuknya parah, biasanya anak Anda akan menampakkan gejala-gejala flu, tapi tanpa disertai demam.

Penyebab Batuk Kering (Pertussis)

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang sangat mudah menyebar, yang menyerang tenggorokan serta paru-paru.

Cara Mengatasi Batuk Kering (Pertussis)

Penyakit ini biasanya diobati menggunakan antibiotik. Hubungi dokter Anda. Terkadang, bayi Anda juga harus dirawat untuk menyedot cairan yang menyumbat tenggorokannya. Pada banyak kasus, batuk ini bisa berlangsung hingga bermingu-minggu bahkan berbulan-bulan.


Baca Selengkapnya......

OBAT BATUK BUAT BAYI

bayi batukMempunyai bayi memang sangat menyenangkan,kita bisa terhibur saat melihatnya tertawa, atau tingkah lucu lainnya.

tetapi, saat anak kita sakit, maka hilanglah keceriaannya.
Ya anak-anak kecil memang rentan dan mudah terkena penyakit dikarenakan sistem imun di tubuhnya belum lengkap.
penyakit yang sering menyerang anak-anak atau bayi antara lain batuk dan pilek.

jika batuk/pilek menyerang bayi/anak kita, jangan panik. beberapa orang tua terkadang sangat panik kalau anakknya kena batuk/pilek.alternatif pertama biasanya mereka akan membawa anaknya ke dokter. padahal di dokter biasanya anak kita hanya diberi obat penurun panas, dan obat batuk/pilek yang terbuat dari bahan kimia.

kasihan ya anak kita, sedari kecil harus sudah menelan berbagai bahan kimia dari obat-obatan yang kita berikan.
padahal banyak sekali alternatif obat tradisional warisan leluhur (:D). yang relatif lebih aman dan bisa dikatakan tidak ada efek sampingnya.

untuk mengobati batuk :

bahan : Madu + jeruk nipis (1:1)

cara membuat :

peras jeruk nipis, saring dan campurkan dengan madu.
lalu bungkus dengan plastik dan kukus sebentar .

setelah itu, biarkan agak dingin, dan minumkan ke bayi kita setiap pagi dan sore hari (2x sehari).

rasanya, mmm segar , manis+kecut2 sedikit ( buktinya Isa suka …)

catatan : bisa dibuat banyak sekaligus. biar tahan lama, simpan dalan wadah yang tertutup rapat, lalu taruh dikulkas. kalau mau diminumkan tinggal dipanaskan (wadahnya disiram air panas/air hangat)


Baca Selengkapnya......

CARA TEPAT ATASI BATUK PILEK

pregnancy-photo.jpgImbauan ASI eksklusif jelas tidak main-main. Kalau bayi dilahirkan dengan kondisi sehat, pertumbuhan berat badannya sesuai standar dan ia memperoleh ASI eksklusif selama 6 bulan, boleh dijamin ia akan terbebas dari segala macam penyakit. "Kalaupun sakit, biasanya sangat ringan dan bisa diredakan dengan pemberian ASI saja. Apalagi pada bulan-bulan pertama, bayi masih memiliki antibodi milik ibunya yang diperoleh lewat ari-ari. Jadi sebenarnya ia bisa bebas dari penyakit," ungkap dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A.

Tradisi yang tidak mengizinkan bayi keluar sebelum usia 40 hari ada benarnya karena membuatnya jadi tak terpajan pihak luar. Lewat usia 6 bulan biasanya lingkungan bayi makin meluas. Nah, setelah usia 6 bulan barulah penyakit biasanya mulai menjangkiti si kecil. Mengapa? Pertama, saat usia 6 bulan peran ASI mulai berkurang dengan adanya makanan tambahan semipadat. Kedua, setelah usia 6 bulan, bayi mulai mengenal lingkungan luar selain keluarganya.

Bahkan pada kenyataannya, sebelum usia 6 bulan banyak bayi yang sudah terserang batuk pilek. Penyebabnya, apalagi kalau bukan karena ia tak mendapat ASI eksklusif dengan berbagai alasan. "Akhirnya jumlah antibodi dalam tubuh bayi berkurang dan bayi jadi gampang sakit," ujar staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta ini.

PENYAKIT RINGAN

Namun sekali lagi, penyakit yang menjangkiti bayi biasanya merupakan penyakit ringan dan penyebabnya adalah virus. "Karena penyebabnya virus, mestinya batuk-pileknya tidak buru-buru diberi antibiotik. Antibiotik tidak dapat membunuh virus," tukasnya.

Tak perlu juga buru-buru memberinya obat karena obat yang dibilang ringan pun selalu memiliki efek samping. "Jangan lupa, organ tubuh bayi belum matang. Oleh sebab itu, bila penyakitnya tidak berbahaya tak perlu diberi obat," saran Waldi.

Sebagai langkah awal, cari penyebab batuk si kecil. Pemicu batuk yang paling sering adalah polutan seperti asap atau debu. Walau polutannya hanya sedikit tetap saja bisa menyebabkan bayi batuk. Oleh sebab itu, hindari merokok di dekat bayi atau di dalam rumah.

Air conditioner (AC) atau penyejuk ruangan bisa juga merupakan biang keladi batuk pilek pada bayi, karena ia sebenarnya "didesain" untuk tidak berada dalam ruangan ber-AC. Jadi, bayi sebenarnya lebih senang berada di udara hangat ketimbang dingin. "Yang senang udara dingin, kan, orang tuanya, maka dipasanglah AC," kata Waldi.

Menurutnya, ruangan ber-AC yang biasanya tertutup sangat memungkinkan virus yang ada di dalamnya tidak bisa dienyahkan. Walaupun katanya ada AC yang sanggup memfiltrasi kuman, tidak dijamin kuman yang menempel di pegangan pintu atau tepi tempat tidur bisa terhapus. Kalau seseorang di dalam ruangan itu sakit, ia akan dengan mudah menulari orang lain yang masuk ke kamar tersebut. "Namun bukan berarti bayi tidak boleh berada di ruangan ber-AC, hanya saja setiap hari jendela dan pintu ruang itu harus dibuka lebar-lebar sebagai jalan pergantian udara, dan tidak lupa membersihkan semua perabot di kamar itu secara teratur."

BERI BANYAK MINUM

Nah, bagaimana dengan penanganan batuk-pilek si kecil? Untuk memperlancar hidung bayi yang tersumbat tetesi dengan larutan NaCl fisiologis yang bebas dibeli di mana saja dengan harga relatif sangat terjangkau. Larutan tersebut berfungsi mencairkan lendir dan biasanya dijual dengan kemasan 25 ml dan bertuliskan Sodium Chloride 0,9 %. "NaCl fisiologis bukan obat tapi larutan yang sama dengan cairan tubuh, sehingga dapat diteteskan pada hidung bayi sesering mungkin tanpa menimbulkan efek samping."

Batuk berdahak bisa diatasi dengan memberi bayi minum lebih banyak daripada biasanya. Tujuannya agar dahak menjadi encer dan mudah keluar. "Balsam boleh-boleh saja dibalurkan karena uap yang terhirup dapat memberi wangi yang enak pada bayi. Tapi waspadai zat-zat yang terkandung di dalamnya karena bisa menimbulkan reaksi pada kulit bayi. Sebagai percobaan, oleskan balsam sedikit. Bila tidak ada reaksi seperti merah-merah pada tubuh bayi bisa dioleskan pada dada dan punggungnya."

Suara grok-grok yang biasanya terdengar saat bayi tidur tak perlu dikhawatirkan. Suara tersebut muncul karena ada lendir yang terkumpul di jalan napas bagian atasnya. Selama bayi dapat tidur nyenyak, asupan makan dan minumnya tak terganggu, serta tumbuh kembangnya setiap bulan tampak baik berarti ia hanya terjangkit penyakit ringan. Dahak pada manusia, kata Waldi, sebenarnya tidak perlu selalu dikeluarkan lewat mulut karena akan dikeluarkan secara alamiah oleh saluran napas. Contohnya, karena bayi belum memiliki kemampuan untuk meludah, dahak yang sudah keluar di rongga belakang mulut (farings) akan tertelan dengan sendirinya masuk ke dalam saluran cerna.

GEJALA RAWAN

Sebagai informasi, penyakit saluran napas seperti batuk pilek biasanya berlangsung selama 3 hingga 10 hari. Bila dalam batas waktu tersebut bayi masih terserang batuk pilek tanpa penyebab yang jelas tentu perlu segera diperiksakan ke dokter. "Kadang-kadang orang tua terlalu khawatir. Saat mendengar bayinya batuk langsung panik. Padahal bayi batuk sekali dua kali, kan boleh-boleh saja karena mungkin tenggorokannya kemasukan sesuatu."

Lain bila batuk pilek yang dialami sampai menyebabkan si kecil rewel, tidak bisa tidur, dan tidak bisa minum atau makan. "Nah, ini jelas serius sehingga harus dibawa ke rumah sakit, " ujar Waldi. Gejala penyakit lain yang mengharuskan bayi ditangani serius adalah (1) tidak mau makan-minum (2) napas cepat, dan (3) muntah-muntah. Kalau sampai bayi tidak mau makan dan minum, hal ini menunjukkan penyakit yang serius.

Tak mau makan dan minum bisa dikarenakan napas bayi yang sudah memburu. Patokan frekuensi napas yang sudah masuk kategori berbahaya adalah lebih atau sama dengan 50 kali permenit untuk bayi higga usia 1 tahun. Untuk itulah orang tua mesti menghitung jumlah napas bayi saat ia terlihat tersengal-sengal. "Agar hitungannya tidak salah, lakukan saat bayi dalam keadaan tenang sambil dipangku, misalnya. Bila jumlahnya sampai 50 kali setiap menit atau lebih, segera larikan bayi ke rumah sakit. "

Muntah-muntah juga merupakan gejala yang perlu dicermati. Walau agak sulit menentukan frekuensi yang sudah dianggap rawan, sebagai patokan bila muntah itu terjadi setiap kali bayi diberi asupan minuman dan makanan, berarti kondisinya cukup serius. Kalau bayi sudah muntah-muntah sekitar 3-4 kali dalam sehari, lebih baik bawa dia ke dokter. Yang dikhawatirkan, akibat muntah-muntah yang dialami, bayi tidak mendapat asupan gizi yang cukup. Muntah sendiri bisa menunjukan gejala penyakit pada saluran napas, saluran cerna, penyakit saraf pusat dan lainnya. Nah, kalau ini yang terjadi, bawalah segera bayi Anda ke dokter yang berkompeten.

IMUNISASI TETAP BERLAKU

Yang perlu diketahui, anggapan bahwa bayi sakit tak boleh diimunisasi sebenarnya kurang tepat. Jika bayi terjangkit penyakit ringan seperti batuk pilek, maka secara teori jadwal imunisasinya tak perlu terganggu. Saran Waldi, kalau sudah tiba jadwal imunisasi, walau sedang flu, sebaiknya bayi tetap dibawa ke dokter. "Biar dokter yang memutuskan melalui pemeriksaan. Bila kondisi bayi baik, dokter akan tetap memberi imunisasi. Sebaliknya bila sakitnya ternyata agak berat, imunisasi akan ditunda."

Lain halnya dengan bidan yang umumnya akan menunda imunisasi bila orang tua melaporkan kondisi si kecil sedang tak sehat. "Ini wajar karena bidan tidak bisa menentukan ringan tidaknya penyakit yang diderita bayi."


Baca Selengkapnya......

Selasa, 26 Mei 2009

Cara Tepat Memijat Bayi

pijat1.jpgTata Cara Memijat Si Kecil

Sejak Umur Berapa Pijat Bayi Dimulai? Pemijatan Bayi dapat dilakukan, segera setelah bayi lahir, sesuai dengan keinginan orang tua. Semakin dini pemijatan dilakukan, semakin banyak keuntungan yang bakal didapat. Sedangkan waktu yang terbaik untuk melakuan pemijatan adalah pada saat pagi hari atau malam hari.

Beberapa persiapan yang penting sebelum memijat bayi:

1. tangan bersih dan hangat.
2. kuku dan perhiasan jangan sampai menggores kulit bayi.
3. ruangan pemijatan diupayakan tidak pengap.
4. upayakan bayi sudah selesai makan/tidak sedang lapar.
5. perlu waktu sekitar 15 menit untuk melakukan seluruh tahapan pemijatan.
6. duduklah dalam posisi yang nyaman.
7. baringkan bayi di atas permukaan kain yang rata.
8. siapkanlah handuk, popok, baju ganti dan baby oil.
9. mintalah izin kepada bayi sebelum melakukan pemijatan.

Penjelasan Detail dibawah ini: Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, pemijatan bayi tak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada cara dan rambu-rambu yang mesti diperhatikan.

Berikut adalah cara atau pedoman pemijatan pada bayi.
* Pijatan di wajah untuk melemaskan otot wajah. Tekan jari-jari pada kening bayi, pelipis, dan pipi. Gunakan kedua ibu jari untuk memijit daerah di atas alis. Dengan tekanan lembut, tarik garis dengan ibu jari dari hidung ke arah pipi bayi. Gunakan kedua ibu jari untuk memijit sekitar mulut, tarik hingga bayi tersenyum. Pijat lembut rahang bawah bayi dari tengah ke samping seolah membuat bayi tersenyum. Pijat secara lembut daerah di belakang telinga ke arah dagu.

* Pijatan di dada untuk memperkuat paru-paru dan jantung. Letakkan kedua tangan di tengah dada bayi dan gerakkan ke atas, kemudian ke sisi luar tubuh dan kembali ke ulu hati tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati. Lalu, dari tengah dada bayi, pijat menyilang dengan telapak tangan ke arah bahu seperti membentuk kupu-kupu.

* Pijatan pada perut untuk meningkatkan sistem pencernaan dan mengurangi sembelit. Lakukan gerakan memijat di atas perut bayi seperti mengayuh sepeda dari atas ke arah bawah perut. Kemudian, angkat kedua kaki bayi dan tekan lututnya perlahan-lahan ke arah perut. Buatlah bulan separuh terbalik dengan tangan kanan, mulai dari kiri ke kanan searah jarum jam. Saat tangan kanan di atas, tangan kiri di bawah dan berputar mengikuti arah jarum jam membentuk lingkaran penuh seperti matahari.

* Pijatan tangan dan kaki untuk menghilangkan ketegangan dan memperkuat tulang. Pegang lengan bayi dengan kedua telapak tangan seperti memegang pemukul softball. Dengan gerakan seperti memerah, pijat tangan bayi dari bahu ke pergelangan. Lakukan gerakan sebaliknya, dari pergelangan ke arah pangkal lengan. Tarik lembut jari-jari bayi dengan gerakan memutar. Dengan kedua ibu jari secara bergantian, pijat seluruh permukaan telapak tangan dan punggung tangan bayi. Gunakan kedua telapak tangan untuk membuat gerakan seperti menggulung. Untuk kaki, ikuti cara yang sama seperti teknik memijat tangan.

* Pijatan punggung untuk memperkuat otot yang menyangga tulang belakang. Pijat dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan di sepanjang punggung bayi, luncurkan salah satu telapak tangan dari leher sampai ke pantat bayi dengan sedikit tekanan. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari, terutama pada otot di sebelah tulang belakang. Buat pijatan memanjang dengan telapak tangan dari leher ke kaki untuk mengakhiri pijatan.
sumber : .: Selamat datang di website Keluarga Sehat :

Baca Selengkapnya......

Selasa, 12 Mei 2009

Bayi Batuk Pilek?

Bayi Batuk Pilek?Mengenai batuk pilek, ada beberapa kemungkinan:

1. Sebagian besar penyebabnya adalah virus. Kalau ini penyebabnya, solusinya bukan diberi antibiotik, tapi daya tahan tubuh si bayi yang harus ditingkatkan.

Gejalanya, hidung berair, kadang tersumbat, lalu diikuti batuk dan demam.

Beri nutrisi yang baik, terutama yang mengandung vitamin dan mineral, seperti buah-buahan atau jus, minum yang banyak, terutama ASI.

2. Kemungkinan kecil sebabnya bakteri.

Biasanya disertai panas dan gejalanya lebih berat, yaitu tenggorokan berwarna merah.

Biasanya untuk mengobati diberikan antibiotik, TAPI... antibiotik hanyalah untuk beberapa bakteri tertentu yang biasanya hanya diketahui berdasarkan hasil lab.

3. Kalau batuk pileknya sampai 2 minggu, kemungkinan berikutnya adalah si bayi menderita alergi terhadap sesuatu dan penyebabnya harus dicari.

Agar si kecil sembuh, coba hilangkan penyebab alerginya.

::: PENTING :::

Yang jelas, jangan mudah memberikan obat-obatan kepada si kecil, apalagi kalau racikan puyernya sampai lebih dari 3 macam... perlu ditanyakan jelas apa diagnosanya serta efek sampingnya.

Jadi, langkah paling aman sebenarnya ya meningkatkan daya tahan tubuh si bayi. Sudah coba kasih madu?

Baca Selengkapnya......

Senin, 11 Mei 2009

Bayi Pilek

bayi pilekPernahkah Anda mempunyai pengalaman ketika bayi pilek atau mengalami flu? Ketika hidungnya tersumbat, kepala pening dan persendian terasa linu. Ya, kondisi ini pasti menyiksa sang bayi. Maka tidak perlu heran jika bayi Anda menjadi rewel. Sebagai orang tua, Anda pun pasti mencemaskannya.

Proses penularan pilek pada bayi Anda terjadi bukan melalui semburan seseorang ketika bersin, melainkan melalui sentuhan. Bisa jadi ketika seseorang sakit flu, kemudian menyentuh tangan bayi Anda, atau bertukar mainan dengannya. Pada saat itu cairan hidung bisa masuk pada kulit atau mainan, dan masuk ke tubuh melalui hidung. Nah, inilah awal mulanya pilek pada bayi Anda.

Gejala bayi pilek hampir sama dengan orang dewasa, yaitu bersin, hidung tersumbat, ingusan, dan batuk. Pada kondisi normal, flu menyerang bayi Anda selama lima hingga enam hari.

Menghadapi bayi pilek, Anda tidak perlu terlalu panik. Perlu diketahui, virus flu memang mudah menyerang pada bayi, disebabkan sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna. Meski demikian, bayi Anda memiliki daya tahan tubuh yang mencukupi untuk menyerang flu. Bersin dan batuk ketika sedang flu adalah bagian dari mekanisme pertahanan tubuhnya dalam melawan virus.

Pilek pada bayi sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya, seiring dengan meningkatnya kondisi tubuh bayi Anda. Ingat, flu sebenarnya tidak ada obatnya. Biasanya dokter akan merekomendasikan acetaminophen atau ibuprofen untuk meredakan rasa sakit dan demam. Artinya, obat ini hanya untuk meringankan gejala flu, bukan untuk menyembuhkan bayi pilek.

Hal penting perlu Anda perhatikan, pemberian obat bukan berarti tanpa efek samping. Bayi Anda termasuk kelompok usia yang sangat rentan terhadap efek samping yang ditimbulkan oleh obat yang Anda berikan. Obat tersebut akan berfungsi seperti kafein, yang meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Karenanya, tidak perlu heran jika bayi Anda semakin rewel, susah tidur dan gelisah setelah diberikan obat.

Ketika bayi pilek, maka akan kekurangan selera makannya, sehingga asupan makanannya menjadi tidak optimal. Upayakan agar bayi Anda mendapat asupan cairan, untuk mencegahnya dari dehidrasi. Jangan hentikan pemberian ASI atau susu formulanya, yang memiliki kecukupan gizi untuk membantu proses pemulihan bayi Anda.

Anda bisa menyiasatinya dengan menyuapinya sedikit demi sedikit, dengan divariasikan memberi air putih atau juz buah agar lebih segar. Berikan juga rasa nyaman kepada bayi Anda agar bisa beristirahat dengan nyaman dan mempercepat proses penyembuhan pilek pada bayi Anda.

Anda mulai waspada jika nafas bayi Anda cepat atau tersengal, pucat, lemas, tidak mau bicara, demam tinggi lebih dari dua hari, dan tampak sangat kesakitan. Pada kondisi ini, segeralah untuk menghubungi dokter.

Baca Selengkapnya......

Rabu, 25 Maret 2009

Makrosomia = Bayi Raksasa

Yang dinamakan bayi besar ialah bila berat badannya lebih dari 4000 gram. Berat neonatus pada umumnya kurang dari 4000 gram dan jarang melebihi 5000 gram. Frekuensi berat badan lahir lebih dari 4000 gram adalah 5,3% dan yang lebih dari 4500 gram adalah 0,4%.

Pada panggul normal, janin dengan berat badan 4000 - 5000 gram pada umumnya tidak mengalami kesulitan dalam melahirkannya. Pada janin besar, faktor keturunan memegang peranan penting. Selain itu janin besar dijumpai pada wanita hamil dengan diabetes mellitus, pada postmaturitas dan pada grande multipara. Hubungan antara ibu hamil yang makannya banyak dan bertambah besarnya janin, masih diragukan.

Menentukan besarnya janin secara klinis memang sulit. Kadang-kadang baru diketahui adanya janin besar setelah tidak adanya kemajuan persalinan pada panggul normal dan his yang kuat. Pemeriksaan yang teliti tentang adanya disproporsi sefalopelvik dalam hal ini perlu dilakukan. Besarnya kepala dan tubuh janin dapat diukur pula secara teliti dengan menggunakan alat ultrasonik.

Pada panggul normal, janin dengan berat badan kurang dari 4500 gram pada umumnya tidak menimbulkan kesukaran persalinan. Kesukaran dapat terjadi karena kepala yang besar atau kepala yang lebih keras (pada post maturitas) tidak dapat memasuki pintu atas panggul, atau karena bahu yang lebar sulit melalui rongga panggul. Bahu yang lebar selain dijumpai pada janin besar juga dijumpai pada anensefalus, Apabila kepala anak sudah lahir tetapi kelahiran bagian-bagian lain macet karena lebarnya bahu, janin dapat meninggal akibat asfiksia. Menarik kepala ke bawah terlalu kuat dalam pertolongan melahirkan bahu yang sulit dapat berakibat perlukaan pada nervus brakhialis dan muskulus sternokleidomastoideus.

Pada disproporsi sefalopelvik (tidak seimbang kepala panggul) karena janin besar, seksio sesarea perlu dipertimbangkan. Kesulitan melahirkan bahu tidak selalu dapat diduga sebelumnya. Apabila kepala sudah lahir sedangkan bahu sulit dilahirkan, hendaknya dilakukan episiotomi mediolateral yang cukup luas, hidung serta mulut janin dibersihkan, kemudian kepala ditarik curam ke bawah secara hati-hati dengan kekuatan yang terukur. Bila tidak berhasil, tubuh janin diputar dalam rongga panggul, sehingga bahu belakang menjadi bahu depan dan lahir di bawah simfisis. Bila dengan cara ini pun belum berhasil, penolong memasukkan tangannya ke dalam vagina dan berusaha melahirkan lengan belakang janin dengan menggerakkan di muka dadanya. Untuk melahirkan lengan kiri digunakan tangan kanan penolong, dan sebaliknya. Kemudian bahu depan diputar ke diameter miring dari panggul guna melahirkan lengan depan.

Pada keadaan dimana janin telah mati sebelum bahu dilahirkan, dapat dilakukan kleidotomi pada satu atau kedua klavikula (tulang disamping leher) untuk mengurangi kemungkinan perlukaan jalan lahir.

Baca Selengkapnya......

Kapan Gigi Bayi Bisa Tumbuh

Sampai usia 2 tahun anak punya 20 gigi susu.
Pertumbuhan gigi bayi sudah dimulai sejak dalam kandungan, tepatnya
sejak janin berusia 4 minggu sampai bayi lahir. Pertumbuhan ini masih
berlangsung di dalam rahang dan tak terlihat dari luar.

Proses munculnya gigi ke permukaan menembus gusi tidak bisa diukur
lamanya. Sampai di mana posisinya pun hanya bisa dilihat dengan foto
rontgen. Namun biasanya, gigi pertama muncul sejak usia sekitar 6 bulan
sampai 12 bulan. Mula-mula yang tumbuh adalah mahkota gigi yang berwarna
putih dengan lapisan luar emailnya, lalu berikutnya ada dentin, dan
berikutnya lagi adalah pulpa yang menjadi tempat saraf dan pembuluh
darah. Paling akhir yaitu akar gigi.

Satu satu yang memengaruhi waktu kemunculan gigi adalah asupan kalsium
selagi ibu hamil. Namun, tidak berarti ibu yang lebih banyak mengonsumsi
kalsium akan melahirkan bayi dengan pertumbuhan gigi yang lebih cepat.
Bagaimanapun juga, daya serap kalsium setiap janin berbeda-beda. Selain
itu, asupan kalsium pun dibutuhkan oleh pembentukan dan pertumbuhan
tulang.

DUH GATAL!

Pada setiap anak, gejala yang timbul saat tumbuh gigi berbeda-beda atau
individual. Reaksinya tergantung pada daya tahan tubuh dan ketahanan
akan rasa sakit. Gejala umum yang ditemui antara lain :

* Gatal pada gusi

Ini paling sering dialami. Rasa gatal ini membuat anak sering menggigit
benda yang dipegangnya. Untuk mengatasinya berikan biskuit bayi yang
agak keras tapi akan hancur terkena air liur, sehingga tidak
membahayakan. Atau bisa juga diberi mainan khusus bayi untuk
digigit-gigit yang aman dari zat beracun.

* Rewel

Keadaan gatal pada gusi membuat bayi merasa tak nyaman. Akibatnya bayi
yang baru tumbuh gigi hampir selalu rewel.

* Gusi tampak kemerahan

* Tidak nafsu makan

Perasaan tak enak di mulut karena tumbuh gigi bisa membuat anak malas
makan atau mengunyah. Meski demikian anak tetap harus makan.

* Demam

Biasanya tidak sampai demam tinggi. Bila demamnya cukup tinggi, bawalah
anak ke dokter untuk mengecek apakah demamnya memang disebabkan akan
tumbuh gigi atau ada penyebab lain.

BARU LAHIR, EH, PUNYA GIGI

Erupsi gigi susu yang terjadi lebih dini termasuk kelainan pertumbuhan
dan perkembangan gigi. Contohnya, bayi yang pada saat lahir sudah
memiliki gigi (istilahnya gigi natal). Tumbuhnya tidak tentu, di bagian
depan atas atau bawah tapi jarang di bagian belakang. Banyaknya satu
buah. Ada juga erupsi gigi dini yang terjadi baru pada bulan pertama
setelah kelahiran (istilahnya gigi neonatal). Pada kasus keduanya, belum
tentu bayi mengalami gejala sakit tumbuh gigi.

Penanganan dilakukan dengan melihat apakah gigi erupsi dini mengganggu
atau tidak. Jika tidak, maka akan dibiarkan.

GIGI TETAP

Gigi tetap pertama biasanya muncul di usia 6 tahunan. Oleh karenanya,
paling baik kalau gigi susu tanggal ketika gigi tetap penggantinya sudah
teraba atau terlihat. Gigi susu harus dipertahankan karena merupakan
penuntun erupsi bagi gigi tetap. Jika gigi susu copot sebelum waktunya
gigi tetap keluar, maka gigi geligi “tetangganya” akan bergeser mengisi
sebagian kavling yang kosong. Akibatnya, gigi tetap tumbuh tidak pada
tempatnya alias berantakan.

Dedeh Kurniasih

Konsultan ahli:
drg. Eva Fauziah, Sp.KGA
pengajar Fakultas Kedokteran Gigi UI

AGAR GIGI CEPAT TUMBUH

* Latih anak menggigit biskuit bayi yang gampang lumer. Jika bayi sudah
kenyang, gunakan mainan gigit-gigitan yang aman. Dengan menggigit, gigi
di dalam akan menekan gusi, sehingga mempercepat proses keluarnya.

* Berikan makanan bernutrisi sesuai aturan, yaitu dari semipadat di usia
6 bulan menjadi semi padat dan padat di usia 1 tahun. Nutrisi yang baik
berguna untuk tumbuh kembang dan merangsang pertumbuhan gigi dari dalam.

Baca Selengkapnya......

Berat Badan Bayi MandeK

Penybab berat badan bayi tidak kunjung datang ada bermacam, macam. Artikel yang di ambil dari http://arsipbayi.blogspot.com/2006/10/berat-badan-baby.html mudah-mudahan dapat membantu mama-mama sekalian:

ACUAN KURUS

Normalnya, berat badan (BB) bayi baru lahir harus mencapai 2.500 gram. Tidak terlalu besar, juga tak kelewat kecil. Sebab kalau terlalu kecil, dikhawatirkan organ tubuhnya tak dapat tumbuh sempurna sehingga dapat membahayakan sang bayi sendiri. Sebaliknya, terlalu besar juga ditakutkan sulit lahir dengan jalan normal dan mesti lewat operasi sesar.

Nah, pertambahan BB bayi bisa dilihat per triwulan. Pada triwulan I, kenaikan BB berkisar 150-250 gram/minggu, triwulan II kenaikannya 500-600 gram/bulan, triwulan III naik 350 - 450 gram/bulan, dan triwulan IV sekitar 250-350 gram/bulan.

Acuan untuk melihat normal-tidaknya BB adalah saat usianya mencapai 6 bulan dan 1 tahun. Di usia 6 bulan, BB bayi harus mencapai 2 kali lipat berat lahir dan menjadi 3 kali lipatnya pada usia 1 tahun. “Kurang dari ini, BB nya bisa disebut rendah atau ia termasuk bayi kurus.”

Bayi kurus adalah yang saat lahir BB-nya rendah atau di bawah 2.500 gram. “Penyebabnya dipengaruhi saat masih berada dalam kandungan. Inilah yang sangat menentukan karena di situlah pembentukan dan pertumbuhan organ tubuh dimulai.”

BERAT MANDEK

Meski saat lahir BB-nya normal, belum tentu juga selanjutnya perkembangan BB-nya akan normal sesuai dengan pertumbuhannya. “Pada fase tertentu, ada kecenderungan pertambahan berat badan bayi akan melambat.” Antara 1 sampai 6 bulan, pertambahan BB bayi terbilang cepat, “Tapi di atas 6 bulan, pertambahannya melambat. Ini terjadi hampir pada seluruh bayi. Salah satu penyebabnya, karena pada tahap ini biasanya bayi sudah lebih banyak bergerak dan pertumbuhannya mengarah ke pertinggian badan.”

Bila pertambahan BB bayi di usia 6 bulan, misalnya, menjadi tidak normal alias tidak bertambah atau malah berkurang, “Perlu dilihat penyebabnya,” terang Alinda. Mungkin ada penyakit yang bersarang di tubuhnya semisal penyakit infeksi terutama TBC dan diare. “Penyakit membuat nafsu makan anak berkurang dan akhirnya BB-nya tak mau naik.”

Selain itu, bayi kurus juga bisa mengindikasikan kekurangan gizi. Ini umumnya karena kebiasaan di keluarga di mana kadang ibu tak cermat memberi nutrisi yang tepat untuk bayi. Padahal,bayi perlu asupan nutrisi yang seimbang. Bisa juga karena si bayi bosan dengan makanan yang itu-itu saja dan akhirnya emoh makan.”Di sisi lain, kondisi psikis bayi menentukan pula keinginannya untuk makan. Kalau ia merasa tertekan karena sering dipaksa, misalnya, bisa saja nafsu makannya berkurang.”

“Bila terlalu kurus, segera konsultasi ke dokter.”

Soalnya, lanjutnya, “Untuk mengembalikannya menjadi normal kita harus melihat apa yang menjadi sebabnya.” Bila karena penyakit, harus disembuhkan dansambil menyembuhkan penyakitnya, kita pun harus melakukan konsultasi gizi untuk mengetahui gizi yang tepat bagi bayi.

KIAT MENGATASI

Jika memang penyebabnya karena penyakit, tak ada cara lain, si penyakit harus disembuhkan secara total. Pada saat yang sama pula, bayi diberi nutrisi yang cukup agar ia tidak jadi kurus. Sebab, jika bayi kena infeksi dan dibiarkan tanpa ada tindakan tepat hingga akhirnya menimbulkan masalah kekurangan gizi, misalnya, bakal sulit meningkatkan BB-nya. Penanganannya pun akan menjadi lebih kompleks.

Ciri-ciri bayi malnutrisi, jelas Alinda, bisa dilihat dari fisiknya. “Bila parah hanya tinggal kulit dan tulang saja.” Pemberian gizi tidak hanya satu segi saja, tetapi harus seimbang antara pemberian protein, karbohidrat, lemak, kalori, dan vitamin. Sumbernya pun tidak harus yang mahal, lebih baik dari yang murah. “Seperti protein, tak harusdari hewani saja. Dari nabati pun bisa. Misalnya anak diberitahu dan tempe.”

Baca Selengkapnya......

Haruskah Bayi Di Bedong ?

Kebiasaan masyarakat kita, setiap bayi baru (hampir) pasti dibedong. Satu kebiasaan yang sudah berlangsung lama, mungkin sejak jaman nenek moyang kita. Menurut orang-orang tua dulu, dengan membedong bayi erat-erat dipercaya dapat mencegah kakinya berbentuk O pada saat ia besar nanti. Apa benar demikian? Tentu saja tidak!! Ini hanya mitos.

Kebiasaan membedong bayi memang lebih umum dipraktekkan oleh masyarakat Asia. Tapi sebenarnya, masyarakat di belahan bumi bagian barat sana pun (baca: negara maju) bukannya sama sekali tak mengenal praktek membedong (swaddling) ini. Cukup banyak orangtua baru saat ini yang dibuat bingung dengan pro-kontra yang timbul dari ’tradisi’ bedong membedong ini. Apa sih manfaat sebenarnya? Dan apa kerugiannya jika bayi tidak dibedong?
Swaddling atau membedong membuat bayi seperti selalu dipeluk. Ini mengingatkannya pada suasana dalam rahim ibu. Ia akan merasa nyaman dan aman. Itulah alasan rasional dibalik kebiasaan membedong. Tujuan membedong sama sekali bukan untuk ’meluruskan’ kaki bayi. Semua bayi baru lahir, kakinya memang tampak sedikit bengkok atau menekuk ke dalam. Tapi itu normal. Kondisi tersebut dikarenakan selama kurang lebih 40 minggu di dalam rahim ibu yang ruangnya memang terbatas, ia selalu dalam posisi meringkuk. Dalam beberapa bulan setelah lahir, dan tanpa dibedong pun, kedua kaki bayi akan ’lurus’ dengan sendirinya dan berbentuk normal.

atau membedong membuat bayi seperti selalu dipeluk. Ini mengingatkannya pada suasana dalam rahim ibu. Ia akan merasa nyaman dan aman. Itulah alasan rasional dibalik kebiasaan membedong. Tujuan membedong sama sekali bukan untuk ’meluruskan’ kaki bayi. Semua bayi baru lahir, kakinya memang tampak sedikit bengkok atau menekuk ke dalam. Tapi itu normal. Kondisi tersebut dikarenakan selama kurang lebih 40 minggu di dalam rahim ibu yang ruangnya memang terbatas, ia selalu dalam posisi meringkuk. Dalam beberapa bulan setelah lahir, dan tanpa dibedong pun, kedua kaki bayi akan ’lurus’ dengan sendirinya dan berbentuk normal.


Dalam kelelapan tidurnya (deep sleep/non-dream sleep), bayi sesekali bergerak seperti orang terkejut. Gerakan ini, yang disebut sebagai hynogogic startles, adalah normal. Anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa pun kadangkala mengalaminya. Hanya saja pada bayi baru lahir, refleks kejut ini lebih sering terjadi sehingga mengganggu kelelapan tidurnya. Refleks ini akan berkurang seiiring dengan pertambahan usia bayi, dan biasanya pada saat bayi berumur 1 atau 2 bulan, akan menghilang. Ada bayi yang dapat langsung tertidur kembali, tapi tak sedikit pula yang kesulitan dan lalu menjadi rewel. Membedong dapat membantu bayi untuk mengatasi refleks kejut ini dan membuatnya segera tidur kembali karena ia merasa seperti dipeluk. Penelitian di Washington University School of Medicine di St. Louis, Amerika menunjukkan bayi-bayi yang dibedong umumnya tidur lebih baik daripada bayi-bayi yang tidak dibedong.

Beberapa ibu ada yang merasakan kemudahan untuk menyusui bila bayinya dibedong. Bagi ibu maupun sang bayi, saat-saat pertama kali menyusui adalah masa yang penuh perjuangan. Ibu belajar untuk mencari posisi dan teknik menyusui yang benar. Si kecil juga berjuang mencari cara menyusu yang pas untuknya. Seringkali ia bergerak-gerak tak sabar, yang justru membuat ibu semakin sulit untuk menempatkannya dalam posisi yang benar dan nyaman. Dengan membedong, bayi akan relatif lebih anteng dan membuat proses belajar menyusui ini lebih lancar. Bayi baru lahir juga seringkali mengalami kolik, salah satu hal yang membuat orangtua baru kebingungan karena bayi yang tengah kolik akan gelisah dan menangis tak henti-hentinya. Swaddling atau membedong dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk menenangkan si kecil yang sedang kolik.

Karena manfaat utama yang ingin diperoleh dari bedong adalah untuk membuat bayi merasa nyaman dan aman, dan bukan untuk menghangatkan tubuhnya (apalagi ’meluruskan’ kaki bayi), maka jangan membedong bayi dengan ketat ataupun menggunakan beberapa lapis kain. Bedong yang ketat (apalagi berlapis) akan membuat bayi kepanasan (overheated) dan dapat meningkatkan resiko pneumonia serta infeksi saluran pernafasan akut lainnya akibat paru-paru bayi tidak dapat mengembang sempurna ketika ia bernafas.

Bila Anda memutuskan untuk membedong bayi Anda, tak perlu ragu untuk melakukannya asalkan memperhatikan beberapa hal berikut ini. Bedong bayi dengan longgar saja. Tak masalah jika begitu terbangun si kecil ’memorak-porandakan’ bedongnya itu. Gunakan kain bedong yang tipis tapi cukup hangat, seperti kain flanel, dan cukup gunakan satu lembar kain saja. Bila bayi Anda menggunakan popok sekali pakai, jangan lupa untuk sering-sering mengganti kain bedongnya. Kenakan pakaian dari bahan yang tipis saja pada si kecil karena bila Anda memakaikan baju yang tebal atau berlapis-lapis dan kemudian membedongnya pula, bayi Anda bisa overheated. Jangan pula membedong sampai menutupi kepala bayi, ataupun mulai membedong di atas bahu, karena dikhawatirkan dapat menutupi hidung bayi. Setelah bayi berusia 1 bulan, sebaiknya jangan membedongnya ketika ia sedang bangun agar tak menghambat perkembangan motoriknya.

Tapi mesti diingat juga, tak semua bayi senang di bedong, lho. Sebaliknya, banyak pula bayi yang sangat menikmati dibedong. Ada bayi yang sejak semula memang sama sekali tak suka dibedong. Beberapa bayi mungkin hanya mau dibedong selama 2 minggu. Tapi beberapa bayi lain, meski sudah berusia 2 bulan atau lebih, masih senang dibedong ketika tidur. Dan ada pula bayi sebenarnya senang dibedong, hanya saja ia lebih senang jika kedua tangannya dibiarkan bebas. Untuk ini, Anda dapat membedong si kecil dari ketiak ke bawah, sehingga ia dapat bebas bermain-main dengan kedua tangannya. Apapun preferensi si kecil, Anda harus menghargainya.

Lalu, bagaimana kalau Anda tak ingin membedong si kecil? Tak masalah, kok. Sama sekali tak ada ruginya jika Anda memutuskan tidak membedong si kecil. Selain memberikan rasa nyaman dan aman kepada bayi, membedong sebenarnya juga memberi manfaat kepraktisan kepada orangtua, seperti memudahkan untuk menyusui dan menggendong. Tapi janganlah ini dijadikan alasan untuk membedong bayi. Sebaliknya, walaupun Anda tak ingin membedong si kecil tapi jika ternyata ia sangat menikmati dibedong, tak ada salahnya sesekali menuruti keinginannya, bukan? Yang paling penting sebagai orangtuanya, Anda dan pasangan yakin dengan apapun keputusan Anda itu.

Baca Selengkapnya......

Selasa, 24 Maret 2009

Perut Bayi Mengalami Kembung

Definisi kembung perut
Kembung perut terjadi apabila terdapat angin dalam perut bayi. Angin boleh masuk dalam perut bayi semasa bayi menyusu, menangis atau pun bernafas dan mengakibatkan bayi berasa tidak selesa dan sakit perut.

Simptom bayi kembung
Bayi yang kembung biasanya akan menangis, tidak mahu tidur dan perutnya keras dan terik.

Mengapa bayi kembung
Bayi yang kerap kembung perut perlu disendawakan setiap kali menyusu. Bayi yang menyusu badan kurang mengalami kembung perut berbanding bayi menyusu botol. Bayi menyusu badan boleh mengawal aliran susu yang keluar dan menghisap dengan lebih perlahan, maka kurang udara yang ditelan. Walau bagaimana pun, bayi yang menyusu badan juga harus kerap disendawakan jika dia menyusu dengan cepat atau aliran susu anda agak laju. Kekacang yang dimakan oleh ibu menyusu dikatakan boleh menyebabkan perut bayi kembung tetapi tidak dapat dipastikan kesahihannya.

Bayi menyusu botol lebih kerap kembung kerana banyak menelan udara akibat daripada aliran susu yang laju. Pastikan saiz lubang puting bersesuaian dengan umur bayi anda (ex: saiz S bagi bayi baru lahir sehingga 3-4 bulan). Pastikan juga botol susu disendengkan sehingga susu menutupi permukaan lubang puting susu untuk mengelakkan banyak udara bercampur semasa bayi menyusu.

Bagaimana mengatasi kembung perut

1) Sendawa

Terdapat 3 cara untuk sendawakan bayi:
Sandarkan bayi anda pada bahu dan tampu punggungnya dengan lengan anda sementara tangan anda yang sebelah lagi menggosok belakang bayi. Ini kebiasaannya cara yang paling mudah untuk sendawakan bayi anda.
Dudukkan anak anda dengan merehatkan dagunya di atas lengan anda apabila tangan anda memegang bahunya yang bertentangan dan gosok belakang bayi.
Letakkan bayi anda dengan mukanya menghadap riba anda dan gosokkan belakangnya.

2) Tuam perut

Di Malaysia, bayi kembung perut biasanya akan dituam dengan bungkusan pasir atau beras yang dipanaskan sehingga suhu yang bersesuaian. Pasir atau beras boleh dipanaskan dalam kuali atau panaskan terus dalam bungkusan dengan menekap seterika panas pada bungkusan. Tuamkan dahulu pada kulit anda untuk memastikan suhu bungkusan tidak terlalu panas dan tuamkan pada perut bayi. Pastikan badan bayi dilapik dengan kain dahulu supaya kulit tidak melecur. Rasionalnya, udara akan dipecahkan dengan peningkatan suhu perut dan kemudian keluar dari bayi sama ada melalui kentut atau sendawa.

3) Ubat

Jika bayi anda mengalami kembung perut yang teruk, doktor atau ahli farmasi mungkin akan menyarankan supaya mengambil “Infacol” yang mengandungi “simethicone” yang mana ia akan mengeluarkan udara dalam kuantiti yang banyak. “Gripe water” juga dikatakan boleh megeluarkan angin dalam perut bayi dengan efektif. Kandungan herba (dill, fennel, halia, etc) dalam “gripe water” akan memanaskan perut dan memecahkan angin sementara sodium bikarbonat meneutralkan asid dalam perut. Pastikan anda mendapat nasihat doktor sebelum menggunakan ubat-ubatan.

Baca Selengkapnya......

Selasa, 17 Maret 2009

10 Tanda BAYI SAKIT : Perlu kepekaan menghadapi perubahan kondisi si kecil.

Si kecil sakit? Duh, sedihnya. Orang dewasa bisa dengan gampang mengeluhkan apa yang dirasakan. Tapi kalau bayi paling-paling reaksinya menangis. Masalahnya, kadang kita tak tahu si kecil menangis biasa atau karena sakit. Begini cirinya, kerewelan biasa akan reda bila apa yang dibutuhkan bayi terpenuhi, misalnya kebutuhan akan ASI, tidur, pipis, dan didekap. Sebaliknya, kalau frekuensi dan intensitas tangisannya makin menjadi, bisa jadi ini pertanda sakit. Jadi, kita perlu mengenali mana rewel karena sakit dan bukan. Selain menangis berlebihan, tentu sebaiknya cek juga gejala lain. Nah, apa saja sih, sinyal-sinyal si kecil sakit? Berikut di antaranya:
1. Demam
Suhu tubuh di atas normal 37,5 derajat celsius lebih daribisa menandakan bayi sakit. Namun demam bisa juga merupakan reaksi tubuh melawan penyakit. Untuk memastikan kenaikan suhu tubuh si kecil gunakan termometer, jangan telapak tangan karena tak akurat. Segera larikan bayi ke RS/dokter terdekat bila demam ditambah reaksi kejang.
Sebagai pertolongan pertama:
* Hindari pengenaan selimut atau baju tebal. Dengan demikian bisa memberikan keleluasan tubuh bayi untuk bersirkulasi dengan baik.
* Kompres air hangat di dahi, dada atau perut agar pembuluh darah melebar sehingga memperlancar sirkulasi suhu.
* Beri obat penurun panas bila suhu tubuhnya tak kunjung turun dalam 1 x 24 jam. Bila suhu tubuhnya naik selang 2 jam minum obat atau saat malah, demamnya tambah tinggi segera bawa ke dokter.

2. Diare
Jangan anggap sepele. Waspadai bila bayi BAB berulang kali (lebih dari 5 kali) dengan kadar kekentalan/kepadatan fesesnya berubah, atau pada kotoran tampak lendir bahkan darah. Dampak diare yakni dehidrasi dapat mengancam jiwa. Penyebab diare umumnya bisa gangguan pada organ pencernaan (seperti usus atau lambung) atau kontaminasi kuman.
Bila si kecil ditimbang, bobotnya akan turun dibanding sebelum mengalami diare. Bila hal ini terjadi, sebaiknya segera di bawa ke dokter
3. Flu/Pilek
Flu yang ringan umumnya sembuh dengan sendirinya setelah 2-3 hari. Meski begitu, flu sering kali menyebabkan si kecil jadi susah makan dan minum. Itu karena hidungnya tersumbat. Gunakan saputangan lembut untuk membersihkan ingusnya. Tekan-tekan perlahan. Jika pileknya tidak membaik dalam 3 hari, untuk mendapatkan pengo-batan yang tepat sebaiknya periksakan ke dokter.
4. Berat Badan tidak memenuhi standar
Bila dari bulan ke bulan bobotnya tidak bertambah atau malah turun terus, mungkin bayi sakit. Padahal, normalnya dalam 6 bulan berat bayi mestinya sudah mencapai 2 kali berat waktu lahir. Nah, untuk mendeteksi kenaikan atau penurunan bobot bayi per bulan bisa diketahui melalui grafik pertumbuhan.
5. Tak mau makan/minum
Kalau sesekali wajar saja lantaran ia tak berselera atau bosan dengan menu yang disajikan. Atau bisa juga karena waktunya kurang tepat karena sedang mengantuk atau asyik bermain, misalnya. Akan tetapi kalau si kecil berkali-kali menolak makan, boleh jadi dia sedang sakit. Misalnya, mengalami infeksi di saluran pencernaan atau lambung. Untuk memastikan, segera berkonsultasi dengan dokter.
6. Muntah berlebihan
Gejala muntah bisa saja dikategorikan normal. Misalnya karena sebelumnya mungkin terlalu kenyang sehingga makanan yang sudah masuk jadi keluar lagi meskipun tak semuanya. Nah, kalau gejala muntah yang berlebihan tentu perlu diwaspadai. Barangkali ada masalah di seputar organ percernaan, semisal usus. Agar diketahui lebih detail masalahnya, sebaiknya berkonsultasi pada dokter segera.
7. Kolik/Kembung
Gejala ini juga menandakan si kecil sedang sakit. Tentu bayi tak merasa nyaman kalau perutnya kembung. Coba periksa dengan cara meraba perutnya. Bila terasa keras atau tampak lebih besar dari biasanya, mungkin ia kembung. Gejala ini disebabkan gas yang "terperangkap" dalam saluran pencernaan.
8. Sesak Napas
Umumnya sesak napas menyebabkan napsu makan si kecil turun. Si kecil tampak kesulitan bernapas. Ketika bernapas terdengar bunyi seperti mendengkur atau mengorok. Segera konsultasikan ke dokter.
9. Ruam Popok
Gangguan ruam juga membuat si kecil tak nyaman. Umumnya terjadi karena si kecil alergi pada bahan dasar popok. Apalagi kulit bayi umumnya masih sangat sensitif. Dokter biasanya memberi salep kulit untuk mengatasi ruam. Nah, untuk mencegah terjadinya ruam, sebaiknya segera mengganti popok setiap pipis atau BAB. Lalu, pilih popok katun yang lembut. Kalaupun menggunakan popok sekali pakai sebaiknya ketika bepergian, misalnya.
10. Gusi Bengkak
Usia sekitar 7 bulan umumnya mulai tumbuh gigi. Lantaran itu, gusinya meradang membuat tak nyaman. Alhasil, si kecil rewel. Ada gel khusus yang dapat digunakan dengan cara dioleskan pada gusinya. Kadang gejala ini disertai dengan suhu tubuh yang meningkat.
PERTOLONGAN Pertama
Sebagai upaya pertolongan pertama dan berjaga-jaga, sediakan beberapa obat di rumah kalau-kalau si kecil menunjukkkan gejala sakit. Apa sajakah obat-obatan itu?
* Obat Penurun Panas
Obat ini bersifat sementara untuk keadaan darurat. Terutama bila tiba-tiba si kecil demam di malam hari. Bila tak kunjung reda setelah 3 hari bawalah segera ke dokter. Apalagi kalau sampai terjadi kejang, bawalah segera ke rumah sakit.
* Obat Diare
Sediakan garam oralit untuk diminumkan setelah dilarutkan dengan air agar si kecil tak mengalami dehidrasi. Khusus mengenai obat diare sebaiknya konsultasikan pada dokter.
* Obat Antikejang
Bila memang ada riwayat kejang, sediakan obat ini. Tindakan preventif penting karena kejang kadang tak bisa diduga munculnya. Apalagi bila kejadian kejang makin sering sehingga dampaknya terhadap kerusakan saraf pun bisa makin parah.
Bila RAGU
Ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan, di antaranya adalah:
* Kita harus peka terhadap perubahan keadaan bayi. Sekecil apa pun perubahannya harus segera mendapat perhatian.
* Jika kita ragu apakah bayi sakit atau tidak, konsultasikan segera ke dokter guna mendapatkan jawaban yang tepat untuk mengatasi keraguan tersebut.

Baca Selengkapnya......

13 Langkah Merawat Kesehatan Bayi

Merawat bayi memang tidak gampang. Di sini ada beberapa hal yang bisa
dicermati orangtua berkaitan dengan upaya merawat bayi, agar proses tumbuh
kembangnya berjalan optimal.

*1. Taruh bayi di dada saat lahir*
Menurut Dr. Hardiono Pusponegoro, Sp.A(K), bayi yang baru lahir sebaiknya
segera ditaruh di dada ibu. "Jangan dimandikan dulu," ujar dokter dari
Klinik Anakku ini. Dalam video yang pernah dipresentasikan oleh konsultan
laktasi, Dr. Utami Roesli, Sp.A(K), ICBLC, bayi akan mencari puting ibu
sesaat setelah lahir dan diletakkan di dada. Pada waktu itu pula, bayi akan
menyedot ASI meski ASI belum keluar. Isapan bayi ini justru akan merangsang
produksi ASI. Bayi yang tidak menyedot ASI dalam 30 menit pertama setelah
lahir, kapasitas menyusunya akan turun.

*2. Tidak membuang ASI pertama yang keluar*
Warna kuning yang keluar dari ASI pertama kali tidak boleh dibuang. ASI yang
disebut kolostrum ini mengandung protein dan zat kekebalan tubuh (antibodi)
yang akan melindungi bayi, sehingga lebih kuat menghadapi penyakit.

*3. Tidak ada ASI basi*
"Tak seperti susu formula, ASI tidak pernah basi," ujar Dr. Caroline Mulawi,
Sp.A(K). Ibu yang karena sesuatu hal tidak bisa menyusui bayinya dalam
beberapa waktu, tak perlu ragu untuk menyusui bayinya lagi. Kualitas ASI
yang diberikan pada saat itu sama baiknya seperti yang keluar pertama kali.

*4. Bayi yang diberi ASI lebih mudah lapar*
Sifat ASI yang mudah dicerna membuat bayi lebih cepat lapar. Bayi yang
mendapat ASI akan minum lebih sering sekitar 1-3 jam sekali. Bila berat
badan bayi yang diberi ASI terus bertambah, menjadi pertanda bayi sudah
cukup mendapat makanan. Jangan memberikan makanan padat sebelum waktunya,
agar tak menimbulkan sumbatan pada usus yang bisa berakibat fatal. Sistem
pencernaan bayi belum sempurna hingga ia berusia 4 bulan.

*5. Tidak merebus ASI yang disimpan*
Ibu yang bekerja dapat memeras ASI dan menyimpannya dalam botol steril. Setiap
botol ASI itu hendaknya ditulis tanggal dan jam pemerasan. ASI yang disimpan
dalam freezer bisa bertahan antara 2 minggu hingga 4 bulan. Pada suhu kamar
ASI bertahan selama 4-8 jam, sedangkan dalam lemari pendingin bertahan
sekitar 24-48 jam.

Pemberian ASI dilakukan dengan metode first in first out. ASI yang masuk
lemari pendingin atau freezer terlebih dulu, itulah yang harus keluar lebih
dulu. Saat hendak diberikan, ASI jangan dipanaskan dengan pemanas atau
microwave karena zat yang terkandung dalam ASI bisa rusak. Untuk ASI yang
berada dalam lemari pendingin, sebaiknya rendam botol dalam wadah berisi air
hangat sampai ASI tidak terasa dingin lagi. Baru diberikan pada bayi.
Sementara untuk ASI yang disimpan dalam freezer, hendaknya dipindahkan
terlebih dulu ke lemari pendingin hingga mencair. Setelah itu baru
dihangatkan dalam wadah berisi air hangat.

*6. Bayi menangis*
Menangis adalah cara bayi berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya.
Bayi menangis tak melulu karena lapar. Bisa jadi karena popoknya basah
akibat pipis atau buang air besar. Bisa juga karena posisi saat menyusu yang
tidak benar, sehingga tidak memperoleh ASI dalam jumlah yang tepat.

Tangisan bayi, menurut Dr. Caroline dari RS Omni Medical Center, juga bisa
menjadi pertanda ia sakit. Pada 2-3 bulan pertama misalnya, bayi sering
menderita kolik atau sakit perut yang tidak diketahui penyebabnya. "Biasanya
gejala itu berkurang setelah usia tiga bulan," ujarnya. Bisa pula tangisan
itu karena demam. Kalau itu yang terjadi, segera bawa bayi ke dokter.

Menangis pun dapat menjadi cara bayi menarik perhatian orang lain, terutama
ibu dan ayahnya. Mungkin ia ingin mendapat dekapan dan kasih sayang dari
orangtua. Hendaknya orangtua tidak membiarkan bayi menangis terlalu lama
karena bayi akan menjadi lelah dan kemampuan menyusunya berkurang. Si ibu
juga bisa frustrasi dan kesal, sehingga dapat berakibat buruk bagi
perkembangan psikologis bayi.

Saat bayi menangis, ibu atau ayah bisa menggendong dan menimangnya sambil
bersenandung, menaruhnya di kereta bayi, lalu ajaklah jalan-jalan di luar
kamar, atau putarkan musik lembut. Kalau ibu sedang lelah, minta pengasuh
atau orang lain membantu menggendong bayi. Sebab, semakin kesal dan
frustrasi sang ibu, bayi akan semakin gelisah dan menangis lebih keras.

*7. Timang bayi*
Hingga saat ini masih terdengar persepsi keliru, sehingga muncul saran untuk
tidak sering-sering menggendong bayi. Khawatir nanti "bau tangan" dan bayi
menjadi manja. Hal ini tidak benar. Justru banyak penelitian mengungkapkan,
bayi yang segera mendapat perhatian sesaat setelah menangis, entah dengan
ditimang maupun didekati, kelak akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara
emosional. Ia pun nantinya menjadi orang mandiri serta lebih percaya diri.
Sebaliknya, bayi-bayi yang tidak mendapat perhatian dan dibiarkan menangis
terlalu lama, saat dewasa akan menjadi pribadi yang kurang mandiri, peragu,
atau tidak mempunyai kepercayaan diri yang kuat.

*8. Kompres air hangat*
Memberikan minum lebih sering sangat membantu menurunkan demam ditambah obat
penurun demam. Kompres untuk bayi lebih baik jika dengan air hangat.
Dijelaskan Dr. Caroline, beberapa penelitian menunjukkan, kompres hangat
lebih bermanfaat dalam menurunkan demam dibandingkan kompres air dingin.
Jangan mengompres dengan alkohol karena khawatir keracunan. Bila demam masih
berlanjut dan bertambah tinggi segera bawa bayi ke dokter.

*9. Bayi sering buang air besar*
Bayi yang memperoleh ASI awalnya fesesnya cenderung agak cair dan seperti
berbiji-biji. Frekuensinya pun bisa 4-6 kali sehari. Namun, pada usia 1-2
bulan, frekuensinya bisa berkurang hingga 4-6 hari sekali. Tidak perlu
khawatir akan kondisi tersebut selama bayi tetap tenang, tidak rewel, perut
tidak kembung, tidak muntah terus-menerus, dan feses tidak keras. Kondisi
ini dikarenakan ASI lebih banyak diserap usus dan perlu waktu lebih lama
untuk dikeluarkan sebagai feses.
Feses bayi usia 2-3 bulan akan mulai berampas. Baru pada usia di atas 4
bulan, feses mulai berbentuk. Yang penting, tambah Dr. Caroline, feses bayi
tidak berubah bentuk menjadi cair tanpa ampas atau disertai darah. Bila ini
yang terjadi, bayi harus segera dibawa ke dokter. Begitu pula bila bayi
tidak BAB lebih dari 6 hari.

*10. Perhatikan hal-hal kecil*
Di usia dua bulan, bayi bisa merespon dengan baik saat diajak bicara oleh
ibu atau ayahnya. Di usia tiga bulan, saat kedua tangan bayi diangkat secara
perlahan hingga badan ikut terangkat, lehernya harus ikut terangkat. "Bila
leher bayi tidak ikut terangkat sudah harus dicurigai adanya
ketidaknormalan," ujar Dr. Hardiono. Pada usia tiga bulan bayi sudah tidak
mengepal tangan. Bila di usia 4 bulan tangan bayi masih mengepal, 90 persen
mengindikasikan adanya masalah.
Gejala klasik autis juga bisa dilihat dari hal-hal kecil. Contohnya, bayi
tidak merespon saat diajak bicara, suka memukul-mukul kepala, ukuran kepala
cenderung lebih besar, batita membalik mobil-mobilan lalu memutar ban hingga
berkali-kali, dan asyik dengan dunianya sendiri. Autis terjadi karena
kurangnya serotonin yang merupakan neurotransmitter pada otak. Bila
diketahui dan diterapi sejak dini, di bawah usia 2 tahun, hasilnya akan
baik. Akan lebih sulit bila baru diketahui pada usia 5 tahun, karena sel
saraf sudah tidak tumbuh lagi.

*11. Berat badan harus naik*
Bayi harus dipantau berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala. Hasil
pantauan tersebut bisa dibandingkan dengan saudara sekandung pada usia yang
sama atau anak lain yang sebaya. Bayi yang tetap kurus tidak perlu
dikhawatirkan selama berat badannya terus naik. Mungkin saja posturnya
memang kecil. Akan menjadi masalah bila berat badan bayi tidak naik dan
memotong dua garis persentil dalam Kartu Menuju Sehat (KMS). Itu bisa
menjadi indikasi adanya masalah atau penyakit yang diderita bayi, misalnya
kondisi kurang gizi.

*12. Tak selalu harus ke dokter*
Orangtua, dikatakan Dr. Hardiono, sering membawa bayi ke dokter saat
mengalami penyakit ringan. Bayi batuk, pilek, atau diare ringan, tidak harus
dibawa ke dokter. "Karena 60-80 persen sakit yang terjadi pada bayi maupun
anak-anak bisa sembuh. Juga tak harus selalu diobati dengan antibiotik bila
hanya sakit batuk-pilek biasa," katanya.

*13. Imunisasi sesuai jadwal*
Imunisasi diperlukan untuk memberikan kekebalan bagi bayi. Dengan imunisasi,
2,7 persen kematian per tahunnya bisa dicegah. Beberapa penyakit penting
dapat dicegah lewat imunisasi seperti difteri, pertusis, tetanus, polio,
meningitis, pneumonia, Hib, serta hepatitis. Sejauh ini, dikatakan Dr.
Hardiono, pneumonia menjadi penyebab kematian anak terbanyak di dunia,
diikuti AIDS, diare, TBC, malaria, dan campak.
Vaksin dasar yang diberikan kepada bayi adalah DPT, polio, hepatitis, Hib,
campak, dan BCG. Rentang waktu vaksinasi adalah dua bulan karena lebih
meningkatkan kekebalan. Efek dari vaksin dasar seperti demam tinggi, kejang,
bengkak maupun syok, masih menjadi sumber kekhawatiran orangtua.

Saat ini sudah ada vaksin kombinasi 5 in 1 yaitu difteri, pertusis, tetanus,
polio, dan Hib. Vaksin kombinasi mengurangi suntikan pada bayi. Dengan
vaksin kombinasi bayi jarang demam, kalaupun demam tidak terlalu tinggi,
jarang bengkak, dan kejang pun berkurang. Tak perlu khawatir, vaksin baru
saat ini sudah tidak mengandung merkuri.

Baca Selengkapnya......

Senin, 16 Maret 2009

Tips Kesehatan Bayi dan Balita

Berikut ini beberapa tips untuk menjaga kesehatan bayi dan balita Anda:

Jemur bayi di pagi hari

Bayi perlu dijemur di pagi hari untuk menghangatkan tubuhnya, tetapi tidak perlu memaksakan kegiatan ini setiap hari. Jadi, anggapan bahwa bayi harus dijemur setiap hari tidak sepenuhnya betul. Sekalipun anda menjemur bayi anda, tidak perlu lama-lama, cukup 10-15 menit saja sebelum jam delapan pagi. Hal ini penting bagi bayi yang lahir berwarna kuning. Karena sinar matahari pagi dapat menguraikan bilirubin menjadi senyawa yang larut dalam air dan dikeluarkan sebagai urine.

Susu botol saat bayi tidur

Sebenarnya susu botol untuk bayi hanya untuk meringankan tugas anda. Karena memberikan susu botol pada bayi yang bangun di malam hari dapat membuat anda lebih praktis dan bayi pun cepat tidur lagi. Tapi sesungguhnya susu botol dapat mengganggu perkembangan bayi. Endapan susu dapat berkumpul di bagian gusi anak. Selain itu, si kecil jadi mudah terikena infeksi telinga, karena susu yang diminum bisa masuk kesaluran eustachius. Saluran ini adalah penghubung antara tenggorokan bagian belakang dan telinga bagian belakang. Jadi, bila harus memberikan susu botol, angkat sedikit kepala bayi. Setelah itu tidurkan tanpa botol susu. Memang sedikit repot, tapi ini demi kesehatan bayi anda.

Mandi air dingin membuat bayi kuat

Ada mitos yang mengatakan memandikan bayi dengan air dingin dapat membuat bayi lebih kuat daya tahan tubuhnya. Mitos ini tentu saja tidak benar. Itu sebabnya setelah lahir orang tua membedong bayinya. Sesungguhnya air dingin dapat membuat pembakaran dan metabolisme tubuh bayi meningkat. Sehingga makanan di dalam tubuh bisa habis untuk mengatur suhu tubuh. Bayi bisa kehabisan tenaga dan akhirnya menjadi mudah sakit. Bayi harus dimandikan dengan air hangat. Jangan berlama-lama memandikan bayi dan usahakan anak langsung dalam keadaan hangat setelahnya.

Bayi berliur

Sangat wajar bila bayi berliur. Sebab hingga usia bayi 4 tahun, akan aktif memproduksi air liur. Tapi bila air liur berlebihan, kemungkinan terjadi peradangan atau infeksi di rongga mulut. Air liur juga menjadi tanda-tanda bila bayi akan tumbuh gigi. Air liur pada bayi bukan terjadi akibat keinginan ibu waktu mengandung tidak terpenuhi.

Bayi mengompol

Sampai usia diatas dua tahun, wajar saja jika bayi masih mengompol. Karena kontrol air seninya belum berfungsi sempurna. Meskipun demikian, mengajarkan bayi buang air lebih dini akan lebih baik, sehingga di usia dua tahunan ia sudah bisa mengontrol kandung kemihnya. Bila sampai usia di atas dua tahun masih mengompol, waspadai kemungkinan masalah biologis atau psikologisnya.

Gumoh (muntah sedikit) sesudah makan

Gumoh adalah mengeluarkan cairan makanan atau minuman sesudah ia makan atau minum susu. Ini terjadi pada bayi jika ia kekenyangan atau banyak udara yang terikut masuk saat ia makan atau minum susu. Gumoh juga bisa terjadi bila bayi dipakaikan gurita dengan kencang. Bisa juga terjadi bila anda salah memposisikan anak saat makan, misalnya makan dengan posisi tidur terlentang. Bila tidak mengalami hal-hal tersebut, bayi tidak akan gumoh. Usakanlah untuk membuat bayi bersendawa ketika habis makan atau minum.

Menggendong bayi

Menggendong bayi merupakan kebiasaan para keluarga, terutama bila bayi tersebut anak atau cucu pertama. Memang ada kebahagiaan tersendiri sewaktu kita menggendong bayi. Menggendong bayi pun dapat membuat bayi lebih tenang, namun tidak membuat bayi melatih emosinya. Bayi yang terbiasa di gendong akan lebih senang digendong sampai ia agak besar, ia akan malas untuk berjalan. Hal ini akan membuat anda susah nantinya, terutama karena tubuh bayi yang semakin besar dan berat. Bila otot lehernya mulai kuat, ia sudah bisa mengontrol kepala dengan baik. Anda boleh mengajaknya bermain dengan mengangkat bayi tingi-tinggi, mengayunkannya, dan beberapa variasi menggendong bayi lainnya. Cara ini dapat membantu melatih anak mengontrol emosinya.

Mengempeng

Banyak orang yang beranggapan anak mengempeng itu wajar. Masih bisa dikatakan wajar jika dilakukan oleh anak di bawah dua tahun. Di atas usia dua tahun anak yang kecanduan mengempeng, baik itu menggunakan empeng (dot) atau dengan ibu jarinya, bisa mengalami gangguan psikologis. Usahakan untuk mengalihkan kegiatan anak untuk melatihnya berhenti mengempeng.

Anak berkeringat

Anggapan bahwa anak yang selalu dan banyak berkeringat itu sehat tidaklah benar. Sebenarnya keringat yang keluar berlebihan itu bukan pertanda sehat. Namun ada gangguan tertentu, misalnya stres, fungsi kelenjar gondok yang berlebihan, rendahnya kadar gula, dan berat badan yang berlebih. Sebaiknya anda waspada jika keringat anak berlebihan.

Vitamin untuk anak

Bila pola makan anak bagus, sebenarnya tambahan vitamin tidak terlalu diperlukan. Jika ingin tetap memberikan vitamin tambahan kepada anak, berikanlah sesuai kebutuhan, karena vitamin sangat bermanfaat jika anak memang sangat membutuhkannya. Misalnya vitamin untuk meningkatkan nafsu makan, vitamin penambah zat besi, dan sebagainya.

Baca Selengkapnya......
 
© free template by Blogspot tutorial